Dengan tegas, tanganku ku gerakan, menghapus semua tulisan-tulisan yang masih terpampang itu. Ku ikrarkan kata-kata baru -Tidak ada alasan lagi!- sebuah tulisan penyemangat, karena saya rasa akhir-akhir ini aziz terlalu banyak beralasan, mencari yang belum ada, tidak mencoba untuk memaksimalkan apa yang ada, potensi yang telah dianugrahkan, sarana yang telah disediakan. Akhirnya, aziz tulis kembali apa yang menjadi orietansi, masa lalu dan yang akan datang. Walaupun orientasi ini aziz dapat belum lama ini. Tidak ada kata terlambat untuk berharap dan bermimpi. Cita-cita adalah energi untuk menggerakan. Harapan sudah seharusnya bisa mengakomodir kemauan menjadi amal perbuatan, sehingga harapanpun terwujud.
Beberapa hari ini adalah saat-saat dimana semangat untuk berjuang pada titik nadir, posisi yang paling rendah. Orientasi yang selama ini ada dan dibangun, serasa tidak lagi bisa menggerakan. Kehilangan orientasi, tubuh ini terasa sangat susah untuk digerakan, terhambat untuk membuat karya-karya yang bisa dibanggakan. Ya Allah semoga aziz bisa melewati ujian ini. Sudah beberapa kali, barangkali saya mengalami saat-saat seperti ini. Tetap dengan agenda-agenda wajib yang tidak ditinggalkan. Semoga semua berjalan dengan lancar.
No comments:
Post a Comment